21 Maret 2019   Kesehatan

Stunting: Ancaman Utama Bagi Ibu Hamil

258     0
Setelah debat cawapres hari Minggu (17/3) lalu, muncul permasalahan tentang stunting. Menurut Badan Kesehatan Dunia, Indonesia ada di urutan ke-lima jumlah anak dengan kondisi stunting. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar atau Riskesdas 2018, kasus stunting tercatat sebesar 30,8%. Data WHO juga menyebutkan bahwa diperkirakan ada 178 juta anak di bawah usia lima tahun menderita stunting di seluruh dunia.

 
Sebenarnya, apakah stunting itu?


Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama dari kehamilan sampai usia 24 bulan, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak secara keseluruhan.

 

Berikut ini adalah ciri-ciri anak menderita stunting:

  • Anak berbadan lebih pendek untuk anak seusianya
  • Tampak lebih muda dari usianya
  • Pertumbuhan tulang dan gigi terlambat
  • Performa buruk pada kemampuan fokus dan memori belajarnya
  • Pubertas terlambat
  • Usia 8-10 tahun anak menjadi lebih pendiam, tidak banyak melakukan kontak mata terhadap orang di sekitarnya


Apa saja faktor penyebab stunting pada anak?

  • Gizi buruk yang dialami oleh ibu hamil dan anak balita.
  • Kurangnya pengetahuan ibu mengenai gizi sebelum hamil, saat hamil, dan setelah melahirkan.
  • Kurangnya asupan protein, zat besi dan asam folat bagi ibu hamil.
  • Kurangnya akses air bersih dan sanitasi.

Dapat disimpulkan bahwa gizi yang perlu diperhatikan tidak hanya gizi pada bayi, tapi juga asupan yang diperoleh ibu selama kehamilan. Pertumbuhan yang terhambat sejak dalam kandungan bisa berlanjut hingga proses kelahiran. Asupan gizi bayi hingga berusia 2 tahun juga  harus tercukupi, berupa ASI ekslusif dan MPASI (makanan pendamping ASI) untuk mencegah stunting.
 

Berikut ini adalah dampak yang ditimbulkan akibat stunting:

  • Tinggi badan anak lebih rendah atau pendek dari standar usianya.
  • Menurunkan kemampuan kognitif otak dan kemampuan belajar.
  • Mudah lelah dan tak lincah dibandingkan dengan anak-anak lain seusianya.
  • Risiko untuk terserang penyakit infeksi lebih tinggi.
  • Risiko mengalami berbagai penyakit kronis (diabetes, hipertensi, obesitas, penyakit jantung, kanker, dan lain-lain) di usia dewasa.
 
Maka dari itu, konsumsilah makanan bergizi dan jaga kebersihan lingkungan agar buah hati kita tetap sehat dan berprestasi. Tak lupa berikan mereka perlindungan lengkap untuk masa depan lebih cerah di www.axadirect.co.id 

Inspirasi Terkait
Antara Kesehatan VS Tuntutan Hidup
Antara Kesehatan VS Tuntutan Hidup
20 Maret 2019   Kesehatan
Masyarakat Indonesia masih banyak yang belum melek soal pengelolaan finansial. Berikut cara mengatur keuanganmu dengan bijak.
Baca Selengkapnya
Kenali Penyakit Kanker Darah yang Menyerang Mantan Ibu Negara RI
Kenali Penyakit Kanker Darah yang Menyerang Mantan Ibu Negara RI
19 Februari 2019   Kesehatan
Kenali penyakit Kanker Darah mulai dari jenis, gejala, dan cara pencegahannya di artikel ini.
Baca Selengkapnya
Penyakit Jantung: Penyakit Tidak Menular Paling Mematikan
Penyakit Jantung: Penyakit Tidak Menular Paling Mematikan
14 Februari 2019   Kesehatan
Penyakit jantung menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia yaitu 17,5 juta orang di dunia meninggal.
Baca Selengkapnya
Berita Terkini

AXA Indonesia

Mohon tunggu...