21 Maret 2019   Kesehatan

Stunting: Ancaman Utama Bagi Ibu Hamil

467     0
Setelah debat cawapres hari Minggu (17/3) lalu, muncul permasalahan tentang stunting. Menurut Badan Kesehatan Dunia, Indonesia ada di urutan ke-lima jumlah anak dengan kondisi stunting. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar atau Riskesdas 2018, kasus stunting tercatat sebesar 30,8%. Data WHO juga menyebutkan bahwa diperkirakan ada 178 juta anak di bawah usia lima tahun menderita stunting di seluruh dunia.

 
Sebenarnya, apakah stunting itu?


Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama dari kehamilan sampai usia 24 bulan, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak secara keseluruhan.

 

Berikut ini adalah ciri-ciri anak menderita stunting:

  • Anak berbadan lebih pendek untuk anak seusianya
  • Tampak lebih muda dari usianya
  • Pertumbuhan tulang dan gigi terlambat
  • Performa buruk pada kemampuan fokus dan memori belajarnya
  • Pubertas terlambat
  • Usia 8-10 tahun anak menjadi lebih pendiam, tidak banyak melakukan kontak mata terhadap orang di sekitarnya


Apa saja faktor penyebab stunting pada anak?

  • Gizi buruk yang dialami oleh ibu hamil dan anak balita.
  • Kurangnya pengetahuan ibu mengenai gizi sebelum hamil, saat hamil, dan setelah melahirkan.
  • Kurangnya asupan protein, zat besi dan asam folat bagi ibu hamil.
  • Kurangnya akses air bersih dan sanitasi.

Dapat disimpulkan bahwa gizi yang perlu diperhatikan tidak hanya gizi pada bayi, tapi juga asupan yang diperoleh ibu selama kehamilan. Pertumbuhan yang terhambat sejak dalam kandungan bisa berlanjut hingga proses kelahiran. Asupan gizi bayi hingga berusia 2 tahun juga  harus tercukupi, berupa ASI ekslusif dan MPASI (makanan pendamping ASI) untuk mencegah stunting.
 

Berikut ini adalah dampak yang ditimbulkan akibat stunting:

  • Tinggi badan anak lebih rendah atau pendek dari standar usianya.
  • Menurunkan kemampuan kognitif otak dan kemampuan belajar.
  • Mudah lelah dan tak lincah dibandingkan dengan anak-anak lain seusianya.
  • Risiko untuk terserang penyakit infeksi lebih tinggi.
  • Risiko mengalami berbagai penyakit kronis (diabetes, hipertensi, obesitas, penyakit jantung, kanker, dan lain-lain) di usia dewasa.
 
Maka dari itu, konsumsilah makanan bergizi dan jaga kebersihan lingkungan agar buah hati kita tetap sehat dan berprestasi. Tak lupa berikan mereka perlindungan lengkap untuk masa depan lebih cerah di www.axadirect.co.id 

Inspirasi Terkait
Waspadai Penyebab Asam Urat di Usia Muda! Ini 5 Hal yang Bisa Kamu Lakukan untuk Menghindarinya
Waspadai Penyebab Asam Urat di Usia Muda! Ini 5 Hal yang Bisa Kamu Lakukan untuk Menghindarinya
24 Juni 2019   Kesehatan
Salah satu masalah persendian yang sering terjadi tanpa mengenal usia yakni penyakit asam urat. Dalam keadaan normal, asam urat dapat larut dalam darah dan keluar melalui urine. Namun, dalam kondisi tertentu asam urat bisa muncul dalam jumlah yang berlebih sehingga terjadi penumpukan dalam tubuh.
Baca Selengkapnya
Ketahui Penyebab Infeksi Saluran Kemih dan Cara Pengobatannya
Ketahui Penyebab Infeksi Saluran Kemih dan Cara Pengobatannya
24 Juni 2019   Kesehatan
Infeksi bisa terjadi di mana saja, termasuk pada area kantung kemih. Hal ini tentunya cukup rentan terjadi pada sebagian orang, karena pada area tersebut memiliki tingkat kelembapan paling sensitif. Sehingga, bakteri dan virus akan lebih cepat berkembang. Perlu diketahui juga, bahwa infeksi saluran
Baca Selengkapnya
Ketahui Penyebab Anemia dan Cara Mengobatinya Berikut Ini!
Ketahui Penyebab Anemia dan Cara Mengobatinya Berikut Ini!
24 Juni 2019   Kesehatan
Anemia merupakan suatu kondisi ketika tubuh manusia kekurangan sel darah yang mengandung hemoglobin. Hal ini memiliki manfaat untuk menyebarkan oksigen ke seluruh organ tubuh. Hal ini dapat terjadi dalam jangka waktu panjang maupun pendek, serta tak boleh disepelekan, lho.
Baca Selengkapnya
Berita Terkini

AXA Indonesia

Mohon tunggu...