30 Agustus 2017   Kesehatan

Serangan Jantung di Usia Muda: Pentingnya Tidur Minimal 7 Jam Sehari

3357     5
Tidak sedikit kasus kematian mendadak di usia muda. Korbannya bermacam-macam profesi, dari direktur sampai pekerja kreatif.  Bukan berarti kematian hanya milik mereka yang berusia senja, tetapi biasanya usia muda identik dengan kondisi fisik prima dan daya tahan tubuh kuat.

Beberapa tahun yang lalu seorang direktur perusahaan IT di India meninggal pada usia 42 tahun usai melakukan fitness. Semasa hidupnya ia dikenal sebagai seorang pegiat hidup sehat. Olahraga dan pola makan sehat tidak pernah ia tinggalkan.

Ada lagi seorang penyanyi terkenal dari ajang pencarian bakat di Indonesia meregang nyawa di usia 32 tahun yang penyebabnya lagi-lagi serangan jantung mendadak setelah begadang semalaman bermain game.

Dari ketiga kasus di atas, jelas mereka adalah orang-orang dengan tingkat kesibukan tinggi.  Sebagai “kompensasi”, mereka mencuri waktu istirahat di malam hari untuk menyicil pekerjaan ataupun melakukan kegiatan lain yang tak sempat mereka kerjakan saat sibuk.

Padahal, tubuh sangat membutuhkan waktu istirahat setidaknya 7 jam dalam sehari. Benar saja, dalam kasus di atas, baik si direktur terbiasa tidur hanya 4 – 5 jam sehari! Bahkan si penyanyi biasa begadang hingga pagi.

Berdasarkan penelitian, orang yang tidur kurang dari 5 jam atau 5-6 jam berisiko terkena darah tinggi sebesar 300 – 500%, serta 3x lipat berisiko terkena serangan jantung dibanding orang yang tidur lebih dari 6 jam.  Orang berumur 25 – 49 tahun yang kurang tidur dua kali lebih besar berisiko darah tinggi.

Ini bagian mengerikannya : kurang tidur satu malam saja, kadarzat racun penyebab kanker, pembengkakan tulang sendi, dan penyakit jantung dapat meningkat dalam tubuh. Tidur kurang dari 5 jam per malam memicu risiko sakit jantung 39%. Tidur kurang dari 6 jam memicu risiko sakit jantung 8%.

Jadi, berapa lama waktu tidur yang ideal?

Pada dasarnya tidur terdiri dari dua tahap yaitu REM (Rapid Eye Movement) dan non-REM. REM membantu kesehatan mental sementara non-REM membantu pemulihan tubuh dan pembentukan sel. Jangan heran jika kamu tidur 5-6 jam, saat bangun badan terasa lelah dan sepanjang hari emosi tidak stabil. Daya tahan tubuh pun menurun sehingga mudah terserang penyakit.

Ini jadi pelajaran untuk kita semua yang masih di usia produktif dan sedang semangat-semangatnya meniti karir. Seperti direktur muda di atas, jabatan tinggi dan kelimpahan materi tidak ada artinya lagi saat ia meninggalkan istri dan anak-anaknya yang masih kecil. Karena nila setitik, rusak susu sebelanga. Gaya hidup sehat yang selama ini ia jalani sia-sia karena pengetahuan minim akan pentingnya tidur.

Inspirasi Terkait
Tinggal 2 Bulan Lagi! Ini Cara Mewujudkan Resolusi Tahun Baru 2020 yang Bisa Dilakukan
Tinggal 2 Bulan Lagi! Ini Cara Mewujudkan Resolusi Tahun Baru 2020 yang Bisa Dilakukan
26 Nopember 2019   Lifestyle
Selain melanjutkan rencana tahun lalu, kamu bisa menyusun resolusi di masa mendatang yang bakal membuat dirimu menjadi pribadi lebih baik. Lantas, bagaimana cara mewujudkan resolusi tahun baru 2020?
Baca Selengkapnya
Stress Saat liburan? Ini 5 Cara Mengatasinya yang Bisa Kamu Lakukan
Stress Saat liburan? Ini 5 Cara Mengatasinya yang Bisa Kamu Lakukan
26 Nopember 2019   Lifestyle
Sayangnya, stress saat Liburan kerap tak terhindarkan. Lantas, bagaimana cara mengatasi stress selama berlibur? Ketahui 5 di antaranya sebagai berikut:
Baca Selengkapnya
Selain Pohon Natal, Ini 5 Persiapan Lainnya yang Wajib Diperhatikan
Selain Pohon Natal, Ini 5 Persiapan Lainnya yang Wajib Diperhatikan
26 Nopember 2019   Lifestyle
Selain pohon natal yang wajib, ada beberapa persiapan natal yang perlu diperhatikan. Apa saja persiapan tersebut? Yuk, cek 5 di antaranya berikut ini!
Baca Selengkapnya
Mohon tunggu...