15 Oktober 2018   Kesehatan

Sejarah Hari Olahraga Nasional yang Perlu Diketahui

1232     3
Pada tanggal 9 September kemarin, masyarakat  Indonesia baru saja selesai merayakan Hari Olahraga Nasional (Haornas). Puncak perayaan Haornas kali ini dilaksanakan di Gelora Kie Raha, Ternate, Maluku Utara. Hal ini diumumkan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi.

Namun, tahukah kamu sejarah Hari Olahraga Nasional yang diperingati sekali setahun ini? Simak ulasannya di bawah ini:


Tujuan Hari Olahraga Nasional

Awal mulanya, Haornas adalah cikal bakal dari Pekan Olahraga Nasional (PON) di Indonesia. Perayaan ini dilakukan sebagai peringatan untuk terus menerus menjaga semangat olahraga oleh seluruh masyarakat di Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Dalam menyambut Haornas ini, berbagai kegiatan olahraga digelar, baik perorangan maupun massal. Tujuannya adalah untuk menjadi motivasi bagi para warga agar membudayakan berbagai cabang olahraga di Indonesia yang sering dilombakan. Hasilnya, semakin sering berlatih semakin Indonesia memiliki banyak lahir bibit-bibit baru atlet yang mampu meraih prestasi di dalam negeri hingga di luar negeri.


Haornas di PON Pertama

Perayaan Haornas setiap tahunnya ini bermula pada 9 September 1948 di Kota Solo, Jawa Tengah yang dibuka secara resmi oleh Presiden Soekarno. Sementara penutupannya sendiri dilaksanakan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX sebagai Komite Olimpiade Republik Indonesia (KORI).

Ada 13 kota dan karesidenan yang turut ambil bagian pada PON perdana ini, yaitu Madiun, Magelang, Semarang, Yogyakarta, Bandung, Malang, Surakarta, Pati, Kedu, Banyuwangi, dan Jakarta. Adapun yang keluar sebagai juara waktu itu adalah Solo di urutan pertama dengan 36 medali dari total 108 medali yang diperebutkan.

Pada PON perdana ini, ada kurang lebih 600 atlet yang berlaga untuk memperebutkan medali di 9 cabang olahraga. Beberapa di antaranya, yakni Bulutangkis, Tenis, Bola Basket, Renang, Atletik, Sepak Bola, Lempar Cakram, serta Renang.

Digelarnya PON sebagai dampak ditolaknya Indonesia dari penyelenggaraan olimpiade ke 14 di London, Inggris. Hal ini disebabkan oleh status Indonesia sebagai negara baru waktu itu  yang dianggap belum mempunyai prestasi di bidang olahraga.

Belum lagi, permasalahan Papua yang dianggap masih dikuasai oleh Belanda. Di sisi lain, Belanda sendiri merupakan sekutu Inggris yang mendukung Belanda. Kondisi ini pula yang menjadi alasan dilakukannya sebuah konferensi di Den Haag pada 22 Desember 1949.

Padahal dengan keikutsertaannya di Olimpiade London ini setidaknya menjadi bukti bahwa Indonesia telah merdeka dan berdaulat seutuhnya. Sayangnya, harapan ini harus kandas karena ditolak untuk ikut oleh Inggris sebagai tuan rumah.

Adanya konflik penolakan ini pun membuat Persatuan Olahraga Indonesia kemudian membuat sebuah konferensi darurat di Solo, Jawa Tengah pada tahun 1948 sehingga digelar Pekan Olahraga Nasional. Hal ini pun menjadi pertanda bahwa Indonesia ada.

Dengan adanya perayaan Haornas dan PON ini diharapkan mampu menjadi pengingat bagi masyarakat Indonesia tentang bagaimana olahraga di negara ini diperjuangkan secara mati-matian. Besar pula harapan agar Indonesia mampu bertanding di berbagai cabang olahraga sehingga harga diri sebagai sebuah bangsa pun dapat meningkat.
Demikianlah beberapa hal mengenai sejarah Hari Olahraga Nasional yang dirayakan dari tahun ke tahun. Semoga informasi ini bermanfaat.

Inspirasi Terkait
Stunting: Ancaman Utama Bagi Ibu Hamil
Stunting: Ancaman Utama Bagi Ibu Hamil
21 Maret 2019   Kesehatan
Menurut Badan Kesehatan Dunia, Indonesia ada di urutan ke-lima jumlah anak dengan kondisi stunting
Baca Selengkapnya
Antara Kesehatan VS Tuntutan Hidup
Antara Kesehatan VS Tuntutan Hidup
20 Maret 2019   Kesehatan
Masyarakat Indonesia masih banyak yang belum melek soal pengelolaan finansial. Berikut cara mengatur keuanganmu dengan bijak.
Baca Selengkapnya
Kenali Penyakit Kanker Darah yang Menyerang Mantan Ibu Negara RI
Kenali Penyakit Kanker Darah yang Menyerang Mantan Ibu Negara RI
19 Februari 2019   Kesehatan
Kenali penyakit Kanker Darah mulai dari jenis, gejala, dan cara pencegahannya di artikel ini.
Baca Selengkapnya
Berita Terkini

AXA Indonesia

Mohon tunggu...