26 Januari 2021   Kesehatan

Penyakit GERD: Ketahui Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Apakah kamu pernah mendengar tentang penyakit GERD? Banyak yang mengira penyakit GERD sama dengan maag karena sama-sama menyebabkan nyeri pada ulu hati, mual, dan muntah. Padahal, dua penyakit tersebut berbeda. 
GERD adalah penyakit saluran cerna bagian atas yang terjadi karena asam lambung dengan derajat keasaman yang tinggi naik ke kerongkongan.  Gejala penyakit GERD biasanya disertai dengan rasa terbakar pada dada (heartburn) akibat cairan lambung yang naik tidak hanya sampai ke kerongkongan.

Mengapa bisa terjadi GERD?
Dalam kondisi normal, makanan yang masuk ke mulut seharusnya menuju ke cincin otot kerongkongan bagian bawah, dan menutup saat makanan sudah masuk ke lambung untuk mencegah naiknya makanan kembali ke kerongkongan. 
Namun dalam kasus GERD, terdapat kelainan pada cincin otot yaitu terlalu kendur (relaksasi) sehingga makanan atau cairan asam lambung yang sudah ditampung di lambung naik kembali ke kerongkongan.  Nah saat itulah penderita akan merasa sensasi terbakar atau panas di dadanya.
Kondisi GERD ini bisa terjadi pada wanita hamil atau orang yang kelebihan berat badan.  Selain itu, mereka yang menderita asma dan diabetes juga rentang terkena GERD.  Namun, pola hidup tidak sehat seperti merokok, makan mengandung lemak tinggi, dan kebiasaan mengonsumsi makanan dalam waktu tiga jam sebelum tidur juga berpengaruh pada munculnya GERD.

Apa saja gejala GERD?
  • Nyeri pada ulu hati
  • Rasa asam di mulut
  • Mual  dan muntah
  • Sulit menelan
  • Sensasi terbakar di dada yang menjalar ke kerongkongan
  • Nyeri tenggorokan dan suara serak
  • Sesak napas
 
Bagaimana cara pengobatannya?
Sebelum pergi menemui dokter, GERD yang kambuh bisa diobati sementara dengan cara mengonsumsi obat lambung yang dijual bebas (antasida). Selain itu kamu juga bisa menempatkan bantal kepala sedikit lebih tinggi untuk meminimalkan gejala yang dirasakan.  Namun jika tidak mempan, segera pergi menemui dokter. 
Dokter biasanya akan merekomendasikan pasien untuk memperbaiki gaya hidup serta menggunakan obat bebas selama dua minggu. Namun jika kondisi tidak membaik, dokter akan memberikan obat paten dan bahkan menyarankan pembedahan.
 
 
Bagaimana pencegahan GERD?
GERD dapat dicegah dengan mengonsumsi makan malam terakhir 3 jam sebelum tidur.  Hindari mengonsumsi makanan dan minuman tinggi lemak, asam, serta soda.  Selain itu jangan merokok dan menjaga berat badan agar tetap ideal dengan olahraga serta diet sehat.
Jangan diamkan keluhan GERD terlalu lama karena dapat berkembang menjadi peradangan pada kerongkongan esofagus hingga dapat menyebabkan perdarahan, luka, tukakm hingga jaringan parut pada esofagus.

Sumber: klikdokter.com
 
 
asuransi kesehatan
 

Inspirasi Terkait
Program Kerjasama AXA Financial Indonesia x Good Doctor: VIP Health Club
Program Kerjasama AXA Financial Indonesia x Good Doctor: VIP Health Club
02 Maret 2021   Kesehatan
Program Kerjasama AXA Financial Indonesia x Good Doctor: VIP Health Club
Baca Selengkapnya
AXA Health Teleconsultation
AXA Health Teleconsultation
02 Maret 2021   Kesehatan
AXA Health Teleconsultation
Baca Selengkapnya
Peluang Menjadi Agen Asuransi di Usia Muda, Tertarik Coba?
Peluang Menjadi Agen Asuransi di Usia Muda, Tertarik Coba?
05 Februari 2021   Finansial
Peluang Menjadi Agen Asuransi di Usia Muda, Tertarik Coba?
Baca Selengkapnya
Beli Asuransi Kesehatan Online Disini
Mohon tunggu...