30 April 2018   Finansial

Mengatur Keuangan untuk Pasangan yang Baru Menikah

Bagi pasangan yang sedang merencanakan pernikahan atau baru saja menikah, masa-masa ini akan dipenuhi berbagai emosi mulai dari bahagia, excited, bingung, hingga stress.  Meskipun begitu, hal-hal ini tidak membuat tekad menikah surut bahkan sebagian menganggap ini adalah tantangan awal dalam mengarungi kehidupan rumah tangga.

Bayangan menghadapi semuanya berdua, dalam suka dan duka sudah terpatri dalam diri. Namun kenyataannya, manusia bukan makhluk yang mudah diatur seperti boneka. Mengatur diri sendiri saja suka sulit, apalagi mengikuti kehendak orang lain meskipun itu pasangan sendiri  Tetapi jika ada komitmen dan keterbukaan sejak awal, setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Terlebih soal keuangan. 

Mungkin ini hanya dialami beberapa orang, tetapi sifat tidak enakkan dan gengsi orang Indonesia sepertinya terbawa hingga kehidupan pernikahan.  Contoh, masalah gaji masing-masing. Masih ada lho pasangan yang malu untuk jujur soal besar gaji, terutama jika gaji mereka lebih rendah dari standar gaji orang seusianya. Mereka khawatir pasangannya akan meremehkan atau memandang rendah kemampuan mereka.

Padahal sifat-sifat seperti itu paling pantang lho jika ingin menyelesaikan suatu masalah. Nah, pasangan baru menikah itu tentu harus banyak maklum. Membuat kesalahan itu biasa, bingung melunasi berbagai cicilan itu masalah semua orang. Kalian tidak sendiri. Kalian bisa bertanya pada orang tua yang sudah mencicipi asam garam kehidupan, atau sesederhana membaca tips mengatur keuangan untuk pasangan yang baru menikah berikut:
 

1.  Mau tinggal dimana setelah menikah?

Jika kamu tidak masalah tinggal dengan orang tua dulu sambil menabung untuk membeli rumah pertama, silakan. Tetapi jika kamu adalah tipe pasangan yang independen, ngontrak atau ngekos bisa jadi pilihan. Cari harga yang bersahabat agar tidak memberatkan cicilan yang lain.
 

2.  Prioritaskan membayar cicilan dan tagihan-tagihan

Kita pasti punya cita-cita atau gol bersama pasangan. Entah memiliki rumah impian di daerah eksklusif atau membesarkan bisnis. Sayangnya uang selalu numpang lewat karena berbagai cicilan dan tagihan. Saran kami, selesaikan apa yang harus diselesaikan. Dan pangkas yang tidak perlu. Soal prioritas, hanya kamu dan pasangan yang tau. Diskusikan bersama.
 

3.  Saling terbuka soal kondisi keuangan masing-masing

Nah ini yang tadi sudah sedikit dibahas di awal. Intinya luruhkan segala gengsi dan mulai percaya pada pasangan. Kalau baru menikah sudah saling lempar tanggung jawab, apa gunanya berjanji dalam suka dan duka? Kita perlu mengetahui kondisi keuangan masing-masing untuk mencari solusi bersama.
 

4.  Buat catatan belanja dan perencanaan keuangan bersama

Poin ini juga ada kaitannya dengan bahasan jangan takut membuat kesalahan. Namanya juga newbie di kehidupan rumah tangga, wajar banyak hal yang terjadi di luar rencana. Tapi intinya kita punya rencana. Keuangan tanpa rencana sama seperti menggali lubang kubur sendiri. Selalu miliki alokasi yang jelas untuk setiap pengeluaran, terutama biaya tak terduga seperti biaya berobat atau renovasi.   
 

5.  Buka rekening bersama

Fungsi utama rekening bersama: mencapai gol bersama. Sulit untuk saling terbuka jika pasangan tidak memiliki rekening bersama, lebih parah lagi jika satu sama lain tidak dapat mengakses rekening pasangannya. Peluang tidak jujur lebih besar (contoh: buat istri yang hobi belanja make up atau suami yang hobi belanja aksesori mobil). Dengan adanya rekening bersama, pasangan selalu bisa berdiskusi mengenai kondisi keuangan terkini dan fokus pada impian besar.

6.  Sediakan dana darurat

Sama seperti hidup, pernikahan juga dapat terjadi hal-hal terduga. Contoh, pasanganmu kena PHK, otomatis sumber pemasukan utama hilang. Dalam kondisi seperti inilah dana darurat sangat dibutuhkan karena kita tidak pernah tau. Mulai menabung dengan jumlah kecil perbulannya.
 

7.  Jika memang belum mampu beli mobil, jangan dipaksakan.  

Sebenarnya ini masih menimbulkan pro dan kontra. Sulit rasanya, apalagi di kota-kota besar seperti Jakarta atau Surabaya yang sangat menuntut mobilitas tinggi jika tidak memiliki mobil pribadi. Cuaca terik dan asap debu jalanan membuat orang enggan meninggalkan kenyamanan yang diberikan mobil pribadi. Saran kami, tunda dulu keinginan untuk memiliki mobil pribadi untuk hal yang lebih penting, seperti cicilan rumah. Jangan kira biaya mobil berhenti saat mobil sudah terbeli, masih ada biaya perawatan lain yang perlu dikeluarkan.  Jika kepepet, selalu ada transportasi online atau jasa rental mobil yang tentunya lebih hemat.

Tips-tips di atas mungkin cocok untuk sebagian orang dan sebagian lagi tidak. Yang terpenting, selalu miliki perencanaan dan gol yang jelas. Pikirkan jangka pendek dan panjangnya, apakah kalian ingin segera punya anak, atau lebih memprioritaskan bersenang-senang dulu? Hal ini akan mempengaruhi keputusan yang akan kamu buat saat merencanakan keuangan.

Good luck, love birds!
 
asuransi penyakit kritis

Inspirasi Terkait
5 Cara Mudah Mengajarkan Literasi Keuangan Pada Anak
5 Cara Mudah Mengajarkan Literasi Keuangan Pada Anak
30 Nopember 2020   Finansial
pengenalan terhadap pengetahuan literasi keuangan sejak dini akan membuat anak-anak terbiasa mengelola keuangan dengan baik dan benar di masa yang akan datang. Bagaimana caranya mengajarkan literasi keuangan pada anak? Berikut jawabannya.
Baca Selengkapnya
Pengertian dan Manfaat Literasi Keuangan
Pengertian dan Manfaat Literasi Keuangan
30 Nopember 2020   Finansial
Mungkin kamu sudah tidak asing mendengar kata “Literasi Keuangan”. Namun, apa sebenarnya pengertian dari literasi keuangan dan apa saja manfaatnya? Cari tahu selengkapnya dalam artikel ini.
Baca Selengkapnya
3 Manfaat Asuransi Kesehatan yang Sangat Menguntungkan
3 Manfaat Asuransi Kesehatan yang Sangat Menguntungkan
30 Nopember 2020   Kesehatan
Tak perlu sakit dulu untuk punya asuransi kesehatan. Malah seharusnya, kamu sudah memiliki asuransi kesehatan dulu sebelum sakit menyerang. Jika kamu masih belum yakin, ketahui dulu tiga manfaat asuransi kesehatan berikut ini.
Baca Selengkapnya
Mohon tunggu...