19 Agustus 2020   Kesehatan

Apa Itu Kesehatan Mental dan Jenis – Jenisnya

Dikutip dari wikipedia.org, kesehatan jiwa atau kesehatan mental adalah tingkatan kesejahteraan psikologis atau ketiadaan gangguan jiwa. Kesehatan jiwa terdiri dari beberapa jenis kondisi yang secara umum dikategorikan dalam 'kondisi sehat', 'gangguan kecemasan', 'stres', dan 'depresi'.
Sedangkan kesehatan mental yang baik adalah kondisi ketika batin kita berada dalam keadaan tentram dan tenang, sehingga memungkinkan kita untuk menikmati kehidupan sehari-hari dan menghargai orang lain di sekitar. Orang yang kesehatan mentalnya terganggu akan mengalami gangguan suasana hati, kemampuan berpikir, serta kendali emosi yang pada akhirnya bisa mengarah pada perilaku buruk. (Sumber: promkes.kemkes.go.id)

3 Jenis Masalah Kesehatan Mental

Stres

Keadaan ketika seseorang mengalami tekanan yang sangat berat, baik secara emosi maupun mental.
Seseorang yang stres biasanya akan tampak gelisah, cemas, dan mudah tersinggung. Stres juga dapat mengganggu konsentrasi, mengurangi motivasi, dan pada kasus tertentu, memicu depresi. Stres bukan saja dapat memengaruhi psikologi penderitanya, tetapi juga dapat berdampak kepada cara bersikap dan kesehatan fisik.

Berikut ini adalah contoh dampak stres terhadap perilaku seseorang:
- Menjadi penyendiri dan enggan berinteraksi dengan orang lain.
- Enggan makan atau makan secara berlebihan.
- Marah-marah, dan terkadang kemaharan itu sulit dikendalikan.
- Menjadi perokok atau merokok secara berlebihan.
- Mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.
- Penyalahgunaan obat-obatan narkotika.Berikut ini adalah masalah kesehatan yang dapat timbul akibat stres:
- Gangguan tidur
- Lelah
- Sakit kepala
- Sakit perut
- Nyeri dada
- Nyeri atau tegang pada otot
- Penurunan gairah seksual
- Obesitas
Hipertensi
Diabetes
Gangguan jantung

Asuransi penyakit jantung hanya Rp2.700/hari. Klik banner di bawah ini!

Sumber: promkes.kemkes.go.id
 

Gangguan Kecemasan

Kondisi psikologis ketika seseorang mengalami rasa cemas berlebihan secara konstan dan sulit dikendalikan, sehingga berdampak buruk terhadap kehidupan sehari-harinya.

Bagi sebagian orang normal, rasa cemas biasanya timbul pada suatu kejadian tertentu saja, misalnya saat akan menghadapi ujian di sekolah atau wawancara kerja. Namun pada penderita gangguan kecemasan, rasa cemas ini kerap timbul pada tiap situasi. Itu sebabnya orang yang mengalami kondisi ini akan sulit merasa santai dari waktu ke waktu. Selain gelisah atau rasa takut yang berlebihan, gejala psikologis lain yang bisa muncul pada penderita gangguan kecemasan adalah berkurangnya rasa percaya diri, menjadi mudah marah, stres, sulit berkonsentrasi, dan menjadi penyendiri.

Gejala fisik yang mungkin menyertai masalah gangguan kecemasan antara lain:
Sulit tidur
- Badan gemetar
- Mengeluarkan keringat secara berlebihan
- Otot menjadi tegang
- Jantung berdebar
- Sesak napas
- Lelah
- Sakit perut atau kepala
- Pusing
- Mulut terasa kering
- Kesemutan 

Sumber: bulelengkab.go.id
 

Depresi

Gangguan suasana hati yang menyebabkan penderitanya terus-menerus merasa sedih. Berbeda dengan kesedihan biasa yang umumnya berlangsung selama beberapa hari, perasaan sedih pada depresi bisa berlangsung hingga berminggu-minggu atau berbulan-bulan.

Selain memengaruhi perasaan atau emosi, depresi juga dapat menyebabkan masalah fisik, mengubah cara berpikir, serta mengubah cara berperilaku penderitanya. Tidak jarang penderita depresi sulit menjalani aktivitas sehari-hari secara normal. Bahkan pada kasus tertentu, mereka bisa menyakiti diri sendiri dan mencoba bunuh diri.

Gejala psikologi seseorang yang mengalami depresi:
- Kehilangan ketertarikan atau motivasi untuk melakukan sesuatu.
- Terus-menerus merasa sedih, bahkan terus-menerus menangis.
- Merasa sangat bersalah dan khawatir berlebihan.
- Tidak dapat menikmati hidup karena kehilangan rasa percaya diri.
- Sulit membuat keputusan dan mudah tersinggung.
- Tidak acuh terhadap orang lain.
- Memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau bunuh diri.Dampak depresi terhadap kesehatan fisik yang mungkin dapat terjadi:
- Gangguan tidur dan badan terasa lemah.
- Berbicara atau bergerak menjadi lebih lambat.
- Perubahan siklus menstruasi pada wanita.
- Libido turun dan muncul sembelit.
- Nafsu makan turun atau meningkat secara drastis.
- Merasakan sakit atau nyeri tanpa sebab

Sumber: alodokter.com


Baca Juga: 3 Cara Sederhana untuk Lebih Mencintai Diri Sendiri
 
 
asuransi kesehatan
 

Inspirasi Terkait
KETIKA MIMPI DAN KEUANGAN SALING BERHUBUNGAN
KETIKA MIMPI DAN KEUANGAN SALING BERHUBUNGAN
20 Januari 2021   Lifestyle
Dari sejak kecil kita sudah diajarkan untuk memiliki mimpi. Ingat dong pertanyaan yang sering dilontarkan “Kalo sudah besar, cita-cita kamu mau jadi apa?”.
Baca Selengkapnya
Mengenal Istilah Critical Eleven, 11 Menit Paling Krusial dalam Penerbangan Pesawat
Mengenal Istilah Critical Eleven, 11 Menit Paling Krusial dalam Penerbangan Pesawat
19 Januari 2021   Lifestyle
Mengenal Istilah Critical Eleven, 11 Menit Paling Krusial dalam Penerbangan Pesawat
Baca Selengkapnya
Ini Kekurangan dan Kelebihan Sistem KPR Saat Hendak Beli Rumah
Ini Kekurangan dan Kelebihan Sistem KPR Saat Hendak Beli Rumah
19 Januari 2021   Lifestyle
Ini Kekurangan dan Kelebihan Sistem KPR Saat Hendak Beli Rumah
Baca Selengkapnya
Mohon tunggu...