20 Maret 2019   Kesehatan

Antara Kesehatan VS Tuntutan Hidup

556     0
Tuntutan hidup di zaman “modern” ini begitu beragam dan terasa intens. Ternyata, meningkatnya jumlah masyarakat kelas menengah ikut memengaruhi kondisi tersebut.
 
Menurut hasil riset Facebook dan Bain & Co, pada tahun 2022 jumlah masyarakat kelas menengah di Indonesia diprediksi bertambah hingga 180 juta jiwa.  Peningkatan jumlah ini sejalan dengan kemampuan mereka dalam menghasilkan uang, baik yang berprofesi sebagai karyawan ataupun wirausaha.
 
Hal selanjutnya bisa ketebak, dong?  Kebanyakan dari kita setelah gajian bakal “menghambur-hamburkan uang”, betul atau betul? Kecuali untuk orang yang sudah betul-betul melek soal pengelolaan finansial, rasanya golongan orang-orang yang “ceroboh” dalam membelajakan uang masih mendominasi kelas menengah.
 
Belum lagi kebutuhan travel yang saat ini sepertinya menjadi sebuah kebutuhan wajib masyarakat Indonesia maupun dunia. Selain keseruan merasakan pengalaman baru, tujuan travel apalagi kalau bukan menghiasi akun media sosial dengan seabrek foto-foto destinasi?
 
Enggak heran, demi menumpuk pundi-pundi uang banyak dari mereka yang rela mengambil kerja sampingan hingga lembur berhari-hari.  Ini sebetulnya indikator positif bahwa sebagian dari kelas menengah memahami esensi kerja keras untuk mencapai hal yang diinginkannya. Yaa intinya bukan sekadar maunya banyak tapi mengeluh gitu aja, guys.
 
Tapiii, terkadang semangat bekerja yang meluap-luap tidak sejalan dengan kondisi tubuh dan sistem organ yang tetap membutuhkan istirahat setiap malamnya.  Mungkin seringnya kita tidak menyadari sinyal-sinyal tersebut, dan dampaknya baru terasa keesokan harinya seperti merasa kelelahan, mengantuk, kehilangan konsentrasi, bahkan stress berkepanjangan.
 
Jika kebiasaan ini dibiarkan terus-menerus, hati-hati, penyakit ringan maupun kronis lebih mudah menghampiri. Iya betul, kita masih muda, masih banyak energi, masih dalam usia produktif.  Dan biasanya atas dasar hal tersebutlah yang membuat kaum muda mengabaikan kesehatan tubuh.
 
Please please keep in your mind bahwa mencegah selalu lebih baik daripada mengobati.  Terdengar klise karena banyak dari kita belum mengalaminya, dan mungkin peluangnya sangat kecil. But we will never know! Ada yang mudanya segar bugar, masa tuanya tidak berdaya karena penyakit kronis.
 
Di sinilah pentingnya persiapan dana darurat. Persepsi orang mengenai darurat berbeda-beda, bisa jadi habis kena PHK, atau mobil tiba-tiba rusak di tengah jalan, atau musibah tiba-tiba harus masuk rumah sakit, dan masih banyak kejadian tidak terduga lainnya.
 
Bagi yang merasa belum mampu menabung persiapan dana darurat atupun perlindungan seperti asuransi, minimal paksakan diri untuk mengontrol hal-hal tertentu seperti menjaga pola makan, mengatur waktu istirahat, hingga rajin berolahraga.
 
…..and the rest is your choice :)

Inspirasi Terkait
Tinggal 2 Bulan Lagi! Ini Cara Mewujudkan Resolusi Tahun Baru 2020 yang Bisa Dilakukan
Tinggal 2 Bulan Lagi! Ini Cara Mewujudkan Resolusi Tahun Baru 2020 yang Bisa Dilakukan
26 Nopember 2019   Lifestyle
Selain melanjutkan rencana tahun lalu, kamu bisa menyusun resolusi di masa mendatang yang bakal membuat dirimu menjadi pribadi lebih baik. Lantas, bagaimana cara mewujudkan resolusi tahun baru 2020?
Baca Selengkapnya
Stress Saat liburan? Ini 5 Cara Mengatasinya yang Bisa Kamu Lakukan
Stress Saat liburan? Ini 5 Cara Mengatasinya yang Bisa Kamu Lakukan
26 Nopember 2019   Lifestyle
Sayangnya, stress saat Liburan kerap tak terhindarkan. Lantas, bagaimana cara mengatasi stress selama berlibur? Ketahui 5 di antaranya sebagai berikut:
Baca Selengkapnya
Selain Pohon Natal, Ini 5 Persiapan Lainnya yang Wajib Diperhatikan
Selain Pohon Natal, Ini 5 Persiapan Lainnya yang Wajib Diperhatikan
26 Nopember 2019   Lifestyle
Selain pohon natal yang wajib, ada beberapa persiapan natal yang perlu diperhatikan. Apa saja persiapan tersebut? Yuk, cek 5 di antaranya berikut ini!
Baca Selengkapnya
Mohon tunggu...