23 April 2018   Finansial

7 Perbedaan Bank Syariah dengan Bank Konvensional yang Perlu Kamu Ketahui

Saat ini, bank bukan hanya dibedakan menjadi bank umum maupun bank perkreditan rakyat saja. Kini sudah banyak bank syariah yang bermunculan. Bank syariah sendiri cukup populer dan dianggap sesuai dengan para nasabah muslim yang sangat memperhatikan syariat Islam.

Di kalangan masyarakat mungkin masih banyak yang belum mengetahui apa perbedaan bank syariah dengan bank konvensional. Kedua bank tersebut memang berbeda satu sama lain. Dengan mengetahui perbedaannya, kamu bisa makin memahaminya. Berikut ini informasi mengenai perbedaan bank syariah dengan bank konvensional yang perlu kamu tahu.

Fungsi dan Kegiatan Bank

Dalam menjalankan kegiatannya, bank syariah, menjalankan tugas intermediasi, sebagai manajer investasi, investor sosial, dan tentu saja penyedia layanan keuangan. Sementara, bank konvensional memiliki fungsi untuk menyediakan jasa keuangan dan sebagai intermediasi.

Prinsip Dasar

Perbedaan bank syariah dengan bank konvensional juga dilihat dari prinsip yang dipegang oleh bank. Prinsip pertama mengenai nilai. Bank konvensional memiliki prinsip bebas nilai, sementara bank syariah sangat mengedepankan prinsip syariah Islam yang menyatakan tidak ada pembebasan nilai. Prinsip kedua yaitu mengenai pandangan terhadap uang. Bank konvensional melihat uang sebagai komoditas, yang berarti, bank konvensional memandang uang sebagai barang yang diperjual-belikan. Sementara itu, bank syariah memandang uang sebagai alat tukar. Jadi, dalam bank syariah, uang tidak dapat diperjual-belikan, tapi bisa ditukar dalam bentuk lain sesuai kebutuhan.

Prinsip ketiga, soal pertumbuhan dana yang disimpan nasabah di kedua jenis bank tersebut. Untuk bank konvensional, uang bisa bertambah dengan adanya pemberian bunga yang diperoleh dari pengelolaan pihak bank. Sementara pada bank syariah meniadakan sistem bunga tersebut dan menerapkan sistem bagi hasil.

Risiko Usaha

Perbedaan bank syariah dengan bank konvensional terletak juga pada risiko usahanya. Pada bank syariah menerapkan poin “ringan sama dijinjing, berat sama dipikul” antara bank dan nasabah. Sehingga semua hal yang terjadi ditanggung secara bersama-sama, baik berupa keuntungan maupun kerugian. Sementara itu pada bank konvensional biasa, pihak bank tidak berurusan dengan risiko yang mungkin dihadapi nasabahnya. Pihak nasabah juga tidak perlu memikirkan risiko yang mungkin terjadi kepada bank tempatnya melakukan transaksi keuangan ataupun menyimpan dana.

Cicilan & Promosi

Sistem Bank syariah menerapkan sistem cicilan dengan jumlah tetap yang didasarkan pada keuntungan bank yang sudah disetujui antara pihak bank dan nasabah ketika akad kredit. Konten promosi bank syariah juga disampaikan secara jelas, tidak ambigu, dan transparan. Sedangkan bank konvensional menyediakan banyak program promosi untuk menarik nasabah. Seperti promosi suku bunga tetap atau fixed rate selama periode tertentu, sebelum akhirnya memberikan suku bunga berfluktuasi atau floating rate kepada nasabah.

Sumber Likuiditas Jangka Pendek

Baik bank syariah maupun bank konvensional, sama-sama mendapatkan likuiditasnya dari dua sumber, yakni pasar uang dan bank sentral. Untuk Indonesia sendiri, yang dimaksud dengan bank sentral adalah Bank Indonesia. Hal yang membedakan antara likuiditas bank konvensional dengan bank syariah ada pada pasar uang. Untuk likuiditas bank konvensional dari pasar uang bebas diperoleh dari emiten mana saja. Sementara itu, bank syariah sendiri hanya mengambil sumber dari pasar uang yang mempraktikkan prinsip-prinsip syariah.

Struktur Pengawas

Setiap bank baik syariah maupun konvensional pasti memiliki dewan pengawas yang tersusun dalam struktur organisasi lembaga tersebut. Sesuai dengan namanya, badan pengawas berguna untuk mengawasi segala aktivitas perbankan tersebut agar tidak melenceng dari tujuan dan fungsinya. Untuk di bank konvensional, struktur pengawas dijabat oleh dewan komisaris. Sementara, di bank syariah, kamu bisa menemui struktur pengawas yang lebih kompleks, seperti dari dewan komisaris, dewan pengawas syariah, hingga dewan syariah nasional.

Hubungan Bank dan Nasabah

Hubungan bank dengan nasabah juga menjadi perbedaan bank syariah dengan bank konvensional. Pada bank syariah, nasabah diperlakukan sebagai mitra alias partner. Perlakuan ini terjadi karena bank syariah dan nasabah diikat dalam “akad” yang cukup transparan. Sementara hubungan emosional yang kuat ini terjadi karena bank syariah lebih mengutamakan pendekatan musyawarah lebih dahulu kepada nasabah daripada pendekataan hukum. Hubungan emosional yang kuat ini menjadi keunggulan yang tidak banyak dimiliki oleh bank konvensional.

Sementara di bank konvensional, hubungan nasabah dan bank lebih menekankan hubungan kreditur dan debitur atau hubungan pemberi pinjaman dengan penerima pinjaman. Jika debitur lancar dalam melakukan pembayaran kredit, bank akan memberikan keterangan lancar. Sementara bila pinjamannya macet, bank akan menagih dan tak segan-segan menyita aset yang diagunkan.

Itulah 7 perbedaan bank syariah dengan bank konvensional yang sebaiknya kamu tahu. Dibalik perbedaan di antara keduanya, pasti masing-masing bank baik syariah maupun konvensional memiliki kelebihan masing-masing. Jadi, tergantung kamu mau memakai jasa perbankan yang mana? 

Inspirasi Terkait
Vitamin C yang Kaya Manfaat Bagi Kesehatan Tubuh dan Kulit
Vitamin C yang Kaya Manfaat Bagi Kesehatan Tubuh dan Kulit
01 Juli 2020   Kesehatan
Selain meningkatkan sistem imun tubuh, masih banyak manfaat vitamin C bagi kesehatan, antara lain:
Baca Selengkapnya
Ketahui Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasi Insomnia
Ketahui Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasi Insomnia
30 Juni 2020   Kesehatan
Hati-hati dengan Insomnia. Yuk, cari informasi lengkap tentang Insomnia di Sini!
Baca Selengkapnya
Sejarah Hari Anti Narkoba Sedunia
Sejarah Hari Anti Narkoba Sedunia
30 Juni 2020   Lifestyle
Tahukah kamu? Setiap tanggal 26 Juni diperingati sebagai Hari Anti Narkoba Sedunia. Inilah sejarahnya
Baca Selengkapnya
Mohon tunggu...