30 Juni 2020   Kesehatan

Ketahui Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasi Insomnia

Insomnia adalah gangguan tidur yang menyebabkan penderitanya sulit tidur, atau tidak cukup tidur, meskipun terdapat cukup waktu untuk melakukannya. Gangguan tersebut menyebabkan kondisi penderita tidak prima untuk melakukan aktivitas keesokan harinya.

Kualitas dan kuantitas tidur memengaruhi kualitas hidup, serta kesehatan seseorang secara keseluruhan. Tidur yang tidak cukup akan menimbulkan gangguan fisik dan mental. Pada umumnya, butuh 8 jam tidur dalam sehari untuk menjaga kondisi tubuh tetap fit.

Terdapat dua tipe insomnia yaitu insomnia primer dan insomnia sekunder. Insomnia primer adalah insomnia yang tidak terkait dengan kondisi medis lain. Sedangkan insomnia sekunder adalah insomnia yang disebabkan oleh gangguan kesehatan lain, misalnya radang sendi, asma, depresi, kanker, atau refluks asam lambung (GERD). Insomnia sekunder juga dapat disebabkan oleh konsumsi obat-obatan atau alkohol.
 
Premi asuransi penyakit kanker mulai Rp4.000/hari dan tanpa medical check-up

Gejala Insomnia

Insomnia ditandai dengan sulit tidur atau tidur yang tidak nyenyak. Akibatnya, penderita insomnia dapat mudah marah dan depresi. Gejala itu dapat memicu gejala lain, seperti:
- Mengantuk pada siang hari
- Mudah lelah saat beraktivitas
- Sulit fokus dalam beraktivitasSulit tidur dapat membuat penderita insomnia kurang konsentrasi, sehingga berisiko mengalami kecelakaan. Insomnia juga dapat menurunkan daya ingat dan gairah seks, serta menimbulkan gangguan fisik dan mental.

Penyebab Insomnia

Insomnia dapat dialami oleh siapa saja, tetapi insomnia lebih berisiko terjadi pada orang lanjut usia, dan seseorang yang memiliki gangguan kesehatan. Pada umumnya, insomnia disebabkan oleh beberapa hal seperti stres, depresi, gaya hidup tidak sehat, dan pengaruh obat-obatan tertentu.

Cara Mengatasi Insomnia

Insomnia bisa diatasi dengan beberapa cara, antara lain:
- Hindari banyak makan dan minum sebelum tidur.
- Hindari atau batasi konsumsi minuman beralkohol dan berkafein.
- Usahakan aktif di siang hari agar terhindar dari tidur siang.
- Cobalah tidur pada waktu yang sama setiap malam dan bangun pada waktu yang sama setiap pagi.
- Hindari tidur siang
- Membaca buku
- Kasur hanya untuk tidur dan seks
- Konsumsi buah kiwi yang kaya akan melatonin
- Penggunaan obat-obatan, terapi perilaku kognitif, atau kombinasi keduanya. Pengobatan yang dilakukan akan disesuaikan dengan kondisi tiap pasien. Jika diperlukan, dokter akan memberi pasien obat tidur untuk beberapa minggu.

Sumber: alodokter.com dan halodoc.com
 
Baca Juga: Kamu Suka Begadang? Ketahui Bahayanya di Sini!
 

Inspirasi Terkait
Mana yang Lebih Baik, Olahraga Pagi atau Malam?
Mana yang Lebih Baik, Olahraga Pagi atau Malam?
05 Agustus 2020   Kesehatan
Menurut kamu, lebih baik olahraga pagi atau malam hari? Cari tahu jawabannya di sini!
Baca Selengkapnya
Kanker Ginjal: Penyebab, Gejala dan Pencegahan
Kanker Ginjal: Penyebab, Gejala dan Pencegahan
05 Agustus 2020   Kesehatan
Ada beberapa kanker yang jarang kita dengar, salah satunya adalah kanker ginjal. Apa itu kanker ginjal?
Baca Selengkapnya
Cara Memilih Sepeda Lipat Sebelum Membelinya
Cara Memilih Sepeda Lipat Sebelum Membelinya
02 Agustus 2020   Lifestyle
Mau beli sepeda lipat? Perhatikan dulu hal-hal berikut ini!
Baca Selengkapnya
Mohon tunggu...